Peletakan Batu Pertama Grha YAKOMA PGI

JAKARTA, PGI.OR.ID-Sidang Raya ke XVI PGI di Gunung Sitoli, Nias memandatkan agar YAKOMA PGI melaksanakan kembali tugasnya untuk mewartakan kabar baik melalui berbagai media serta melakukan berbagai program penguatan kapasitas bermedia bagi gereja dan masyarakat. Mandat ini berupaya untuk ditindaklanjuti dengan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak dalam menjalankan program.

Namun kondisi bangunan dan peralatan yang semakin canggih tidak terkejar lagi mengingat sudah berpuluh tahun tidak pernah direnovasi dan diperbaharui.

Sebab itu, dalam rangka memperkuat gereja dan masyarakat serta memanfaatkan media komunikasi untuk keadilan dan perdamaian, MPH-PGI melaksanakan peletakan batu pertama mengawali rencana pembangunan Grha YAKOMA PGI, sebagai Pusat Pendidikan Media Komunikasi, pada Jumat (27/9). Peletakan batu pertama dilakukan oleh Ketua Umum PGI Pdt. Dr. Henriette Hutabarat-Lebang, pengusaha Kristen Ted Sioeng, dan perwakilan gereja Nashokili Giawa.

Pembangunan Grha YAKOMA PGI merupakan titik awal asa yang baru bagi peningkatan kinerja pelayanan dalam gerakan oikoumenis, ditunjang sarana dan prasarana yang memadai dan representatif, sebagai salah satu wujud berkat Tuhan bagi PGI dan gereja-gereja di Indonesia.

Usai peletakan batu pertama, Ketua Umum PGI dalam sambutannya menegaskan, sejak tahun 60an YAKOMA PGI telah berpartisipasi bagi gereja dan masyarakat melalui media komunikasi. Dan dalam perjalanannya, menjadi tempat pertemuan para seniman Kristen untuk menyalurkan berkat lewat talenta yang Tuhan karuniakan kepada mereka. “Sebab itu melalui peletakkan batu pertama ini, yang dengan keyakinan iman, kita bersama-sama berkomitmen untuk meneruskan apa yang telah mereka berikan. Dan ini adalah hari yang dijanjikan Tuhan bagi Gereja-Gereja di Indonesia,” tandasnya.

Lebih jauh dijelaskan, memasuki era 4.0 teknologi komunikasi menjadi pemeran utama dalam membangun masyarakat, dan ini yang mendorong MPH-PGI untuk memikirkan sebuah tempat dimana generasi milenial ikut memberikan kontribusi yang positif, bermakna, dan membawa damai, di tengah-tengah masyarakat yang majemuk dan berobah cepat.

“Ini yang mendorong dan juga menjadi harapan MPH-PGI dengan kehadiran bapak ibu, menjadi komitmen kita bersama untuk menjadikan tempat ini, dimana generasi muda terutama, ikut memegang peran penting dalam memberikan hal positif bukan hoax, tetapi kebenaran berdasarkan firman Tuhan,” ujar Pdt. Ery, biasa dia disapa.

Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Grha YAKOMA PGI, Insmerda Lebang mengajak seluruh gereja-gereja di Indonesia, umat Kristen, serta berbagai pihak yang memiliki kerinduan, untuk berbagi berkat ataupun dukungan doa bagi terwujudnya rencana tersebut. “Ini adalah pekerjaan besar dengan misi yang juga besar, dan akan memiliki dampak yang besar pula. Sebab itu sangat dibutuhkan komitmen bersama. Kedua, tempat ini juga punya sejarah panjang, dan memainkan peran serta dampak yang luar biasa, meski dalam kesederhanaan dan keterbatasan. Sejak 1960 sudah digunakan. Ini aset yang luar biasa,” tandasnya.

Insmerda Lebang juga menyinggung tantangan era 4.0 bagi generasi muda Kristen. Diharapkan dengan adanya Grha YAKOMA PGI dapat menjembatani, mengakomodir, dan menolong generasi muda Kristen dalam menghadapi tantangan tersebut. “Sebab itu, saya yakin dalam satu tahun kita dapat membangunnya, tentu dengan pertolongan Tuhan, sehingga generasi muda kita tidak galau menghadapi masa depan,” tandasnya.

Keyakinan yang sama juga diungkapkan pengusaha Kristen Ted Sioeng. Dalam sambutannya dia menegaskan, dengan kerjasama dan bergotongroyong, dalam satu tahun gedung ini akan dapat diselesaikan. “Memang satu satu waktu yang ketat, tapi dalam Tuhan tidak ada yang mustahil. Dan kita sudah melakukan peletakan batu pertama, jadi pembangunan gedung bukan rencana lagi, tetapi sudah harus kita mulai bangun,” tandasnya.

Grha YAKOMA PGI yang berada di Jalan Cempaka Putih Timur XI No. 26, Jakarta Pusat, akan dibangun 3 lantai, dengan luas bangunan 3.190 m2, serta dilengkapi dengan ruang kantor, kelas, perpustakaan, studio, dan kamar penginapan.

Pewarta: Markus Saragih