Peneguhan Pengurus Jemaat Oikoumene “Metanoia” Lapas Kelas IIB Tobelo

TOBELO,PGI.OR.ID-Bertempat di Gedung Gereja Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, telah dilangsungkan Peneguhan Pengurus Jemaat Oikoumene Metanoia, Minggu (18/8).

Koordinator Jemaat Oikoumene dalam sambutannya menyampaikan bahwa: “kami berterima kasih atas kedatangan Ketua Umum BPHS GMIH Pdt. Dr. Demianus Ice bersama Pdt. Veny Tongo-Tongo, S.Th, ini pengalaman pertama kami dikunjungi Sinode. Kami di sini terdiri dari berbagai dedominasi gereja, tetapi hal itu tidak menghalangi kami untuk saling melayani. Dalam sepekan dijadwalkan empat kali, Selasa, Rabu, Kamis, dan Minggu, untuk pembinaan kerohanian. Karena itu mewakili pengurus dan warga binaan, kami menyampaikan kerinduan untuk seorang pendeta penghubung yang akan mengatur pelayanan dalam Lapas”.

Dalam ibadah minggu pagi yang dipimpin Pdt. Imanuel Saleh, S.Th, hadir mewakili Kasi Bina Dik Lapas Kelas II B Tobelo Samsir Ali. Dalam arahannya, Samsir berterima kasih atas perhatian GMIH untuk menopang pembinaan spiritualitas warga binaan. “Saya datang dua kali dan berbicara dengan Ketum GMIH mengenai pendampingan bagi warga binaan, terima kasih karena hari ini boleh terealisasi,” ujar Samsir.

Penghuni Lapas yang terdiri dari berbagai dedominasi Gereja itu, baik laki-laki maupun perempuan mereka sepakat dan memilih nama Metanoia sebagai nama Jemaat Oikoumene. Pilihan kata yang tepat untuk merubah pola pikir mengingat perbuatan yang membawa mereka masuk dalam penjara, sekaligus sebagai pengalaman perjumpaan dengan Tuhan dalam keadaan dipenjara dan bagaimana warga binaan kembali ke jalan yang benar melalui jalan pertobatan.

“Sebagai pelayan Yesus Kristus, saya melantik saudara-saudara sebagai pengurus Jemaat Oikoumene Metanoia Lapas Kelas II B Tobelo dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus” demikian kalimat peneguhan Ketua Umum BPHS GMIH Pdt. Dr. Demianus Ice.

Selanjutnya dalam sambutan, Pdt. Ice sangat terkejut karena tidak melihat kelesuan hidup, malah sebaliknya warga binaan penuh kegirangan. “Melihat wajah warga binaan, saya lalu teringat dengan nasihat Rasul Paulus sebagaimana Filipi 4:4 bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: bersukacitalah!”

“Saya tidak melihat penjara sebagai tempat penghukuman, tetapi sebagai waktu untuk berintrospeksi dan menempatkan Tuhan dalam segala. Karena itu bila nanti GMIH menempatkan pendeta yang mengatur pelayanan di sini, saya harap bisa diterima. Kita terus membina kebersamaan ini sebagai wadah oikoumene yang paling nyata untuk saling menopang dan menguatkan,” harap Pdt. Ice.

Pada kesempatan itu tidak ada warga binaan yang berbagi pengalamannya dipenjara, namun dengan penuh penghayatan nyanyian Vocal Group Pengurus meneguhakan makna hidup ini adalah kesempatan, metanoia adalah jalan untuk mengubah segala menjadi lebih baik.