Pertemuan Litbang Gereja-Gereja Anggota PGI

DELI SERDANG,PGI.OR.ID – Pengembangan dan saling dukung dalam kerja penelitian antargereja merupakan kebutuhan yang dirasakan gereja-gereja dalam rangka membaca tantangan bersama dan melihat berbagai opsi yang tersedia dalam merumuskan kehadiran gereja. Hal ini mendapat perhatian dalam kegiatan Pertemuan Litbang Gereja-Gereja Anggota PGI yang berlangsung di Monako Park, Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pada 5-7 September 2019. Kegiatan ini berlangsung dalam kerjasama antara Biro Litbang PGI, PGI Wilayah Sumatra Utara dan Komite Nasional-Lutheran World Federation (KN-LWF), serta tentunya dukungan sinode-sinode yang mengirim utusannya ke acara ini.

Sejumlah kebutuhan muncul dalam kegiatan ini, seperti pengembangan pendataan warga jemaat yang terintegrasi dari tingkat jemaat sampai PGI, saling dukung dalam penelitian eksplorastif terkait isu sosial-politik di sejumlah wilayah dan kemampuan menganalisis pergerakan informasi yang bergerak cepat di tengah perkembangan teknologi informasi.

Pada pertemuan kali ini, para peserta mendapat masukan dari program pendataan warga jemaat yang dikembangkan oleh Sinode Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) dan Huria Kristen Batak Protestan (HKBP). Presentasi dari kedua sinode ini telah membuka percakapan antargereja untuk pengembangan sistem pendataan warga jemaat di sejumlah daerah. Selain itu, perkembangan ini juga membuka peluang bagi PGI untuk bekerja sama dengan sinode-sinode dalam rangka mengembangkan sistem pendataan warga jemaat.

Selain pendataan warga jemaat, kegiatan tiga hari ini juga diisi dengan penyegaran metode penelitian yang diharapkan dapat membantu para peserta dalam melaksanakan penelitian di tiap gereja. Sesi pertama diisi presentasi mengenai proses studi literatur dalam kegiatan penelitian oleh Trisno Sutanto. Sesi ini bertujuan menyegarkan para peserta mengenai langkah kajian literatur yang perlu dilakukan sebelum masuk dalam penyusunan desain penelitian dan pelaksanaannya. Para peserta juga disegarkan kembali, pada sesi kedua, dengan pengantar riset dan penelitian survei oleh Dr. Puspitasari yang memberi perhatian pada ragam metode penelitian, langkah-langkah penelitian sampai pada percakapan mengenai sampling dan kalkulasi margin error. Proses ini dilanjutkan dengan percakapan mengenai penelitian etnografi, di sesi ketiga, untuk membantu para peserta masuk dalam penelitian yang menekankan pemahaman kebudayaan dari sudut pandang masyarakat. Dr. Herry Yogaswara menyegarkan para peserta dengan kajian ini.

Setelah penyegaran metode riset, para peserta masuk dalam presentasi hasil penelitian Biro Litbang PGI, dibawakan oleh Beril Huliselan, mengenai pergeseran model bergereja yang diteliti di sejumlah daerah. Penelitian ini dilaksanakan untuk membantu gereja-gereja melihat potret pergeseran yang terjadi, persoalan-persoalan sosial yang ada di balik pergeseran tersebut serta pemahaman yang ada di tengah pergeseran tersebut.

Di akhir acara, para peserta menggariskan perlunya perhatian pada tantangan sosial-politik yang ada di level nasional mengingat penelitian di sejumlah gereja lebih bersifat internal. Kemudian, perlu juga perhatian pada sejumlah rencana riset yang ada di Renstra gereja-gereja, kemungkinan kerja sama antargereja dan presentasi sejumlah hasil penelitian yang dilaksanakan oleh gereja-gereja.

Pertemuan Litbang Gereja-Gereja Anggota PGI merupakan kegiatan yang dirintis Biro Litbang PGI sebagai kegiatan tahunan yang berfungsi sebagai ruang bersama bagi Litbang gereja-gereja untuk menggerakan kegiatan riset di gereja-gereja, sharing program, kerjasama kegiatan penelitian, presentasi sejumlah hasil penelitian yang menjadi masukan bagi gereja-gereja di Indonesia. Kegiatan ini juga menghasilkan buku yang memuat percakapan penelitian, hasil presentasi penelitian dan perkembangan dalam dunia penelitian.

Pewarta: Beril Huliselan