PGIW Jabar Bertemu Dirjen Bimas Kristen: Sampaikan Pokok Strategis Pelayanan PGIW

Jakarta~PGIWJabar. Dalam pertemuan dengan Dirjen Bimas Kristen Prof. Dr. Thomas Pentury, M.si yang berlangsung di Jakarta, Pengurus PGI Wilayah Jawa Barat menyampaikan pokok-pokok strategis dalam pelayanan gereja dan masyarakat di Jawa Barat (Jumat 5/5). Tiga pokok program yang disampaikan langsung pada kesempatan tersebut adalah: (1) Gereja Ramah Anak Bersama (GRA) menuju Jawa Barat sebagai Propinsi Ramah Anak (PRA), (2) Pemantapan kehidupan oikumenis gereja-gereja di Jawa Barat, dan (3) Dialog dan kegiatan lintas iman di kalangan anak, remaja dan pemuda.

Pdt. Paulus Wiyono dan Pdt Margie deWanna, yang memimpin pertemuan tersebut menyampaikan pokok pelayanan tersebut sekaligus menjelaskan kondisi di Jawa Barat yang menghadapi tantangan paparan intoleransi dan radikalisme kehidupan di tengah masyarakatnya. Gereja-gereja dan komunitas Kristiani harus menjawab tantangan tersebut sembari manata dan mengkonsolidasi kegiatan dan pelayanan di tengah-tengah masyarakat.

“Kekristenan di Indonesia harus keluar dari dari zona nyaman dengan menemukan secara tepat Eklesiologi Multikuktur yang inklusif  dengan terus  merangkul yang berbeda dan menentukan prioritas program bagi generasi muda,” demikian disampaikan Pdt. Paulus Wiyono.

Jawa Barat dapat menjadi laboratorium  keberagaman di mana sinergi lintas generasi,  lembaga keumatan, lembaga pendidikan,  masyarakat lokal, pemerintah dan mitra  menjadi kekuatan dalam membangun program yang berkesinambungan.

Menuju Propinsi Ramah Anak

Anak adalah masa depan keluarga, gereja dan masyarakat. Pada tangan anak-anak sekaranglah, masa depan itu akan diserahkan. Persoalannya ada banyak keluarga, gereja dan masyarakat melihat anak cenderung sebagai objek sehingga rentan terhadap sikap diskriminatif orang-orang dewasa yang ada di sekitarnya.

Beberapa upaya nyata dalam pokok program ini antara lain:

  1. Memfasilitasi pengembangan kapasitas para pemimpin untuk mewujudkan GRA menuju PRA dalam rangka memenuhi hak anak, mencegah dan mengatasi kekerasan anak.
  2. Melakukan penyadaran kepada keluarga dan para pemimpin Lembaga Kristen serta masyarakat tentang pentingnya pembinaan “generasi masa depan.”
  3. Mendampingi para pemimpin lembaga-lembaga  Kristen dan keumatan lainnya serta  keluarga dalam mewujudkan generasi transformatif.

Kehidupan Oikoumenis yang Mantap

Konsolidasi dan revitalisasi organisasi PGI Wilayah Jawa Barat menuju kehidupan oikoumenis yang mantap, yakni dengan beberapa kegiatan strategis:

  1. Membentuk dan mendorong berbagai kegiatan komisi2 PGIW : Komisi Anak, Pemuda, Perempuan, Komisi Litbang, Hukum dan Ham, Media Informasi dan Komunikasi, Sarana dan Prasarana;
  2. Mendorong dan mendukung kegiatan PGIS dan POUK di lingkungan PGIW Jawa Barat.
  3. Mengembangkan komunikasi dan kegiatan synergis Gereja2 di Jawa Barat dengan pemerintah provinsi dan kabupaten kota.
  4. Meningkatkan peran PGIW Jabar sebagai bagian dari kehidupan Ekumenis dalam lingkup Nasional melalui partisipasi dalam kegiatan PGI.

Kegiatan yang direncanakan dalam waktu mendatang antara lain:

  1. Mengadakan Pertemuan Pimpinan Gereja se Jawa Barat.
  2. Melaksanakan Syukur Awal Tahun bersama dengan pemerintah pusat dan daerah, mitra, gereja-gereja anggota dan POUK di Jawa Barat.
  3. Mengembangkan berbagai bentuk media informasi dan komunikasi (pemanfaatan teknologi informasi melalui media elektronik dan sosial media, pembuatan agenda yang berisikan data dan informasi Gereja di Jawa Barat).
  4. Mengembangkan/memfasilitasi hubungan bilateral maupun multilateral antar gereja untuk saling memperhatikan dan saling mendukung (pelaksanaan pertukaran pelayanan minggu se Jabar, pelayanan PGIW secara rutin ke POUK di Jabar, dll.)

Live in Anak/Remaja/Pemuda Lintas Iman

Pengembangan dialog dan kegiatan lintas Iman yang nyata yang dibangun di tengah kehidupan anak-anak, remaja dan pemuda adalah kegiatan yang sangat diperlukan dan penting. Metode saling berkunjung dan tinggal bersama (live in) agar bersama-sama membangun komunikasi dan media yang dapat menceritakan narasi-narasi perdamaian yang berdampak bagi generasi muda.

Kegiatan ini bisa diawali dengan mengembangkan berbagai bentuk hubungan antar umat beragama dalam kegiatan ketegorial dalam rangka menjaga kehidupan masyarakat yang toleran dan meminimalisir tumbuhnya gerakan radikal di Jawa Barat.

Menghadapi perubahan iklim, maka antisipasi penanggulangan bencana, dalam bentuk bakti sosial yang lintas agama di Jawa Barat dapat menjadi sarana komunikasi-koordinasi dalam upaya meningkatkan peran Gereja di masyarakat.

Secara khusus, disampaikan kepada Dirjen Bimas Kristen, bahwa peran penting pemuda dalam perkembangan media dan komunikasi yang kreatif guna menjangkau “generasi milenial.”

PGI Wilayah Jawa Barat juga perlu dapat mendampingi gereja- gereja yang mengalami pergumulan di tengah masyarakat untuk meningkatkan relasi positif dan toleran dalam hubungan antar umat beragama.

Apresiasi Dirjen Bimas Kristen dalam Program Kerjasama

Dalam arahannya Prof. Dr. Thomas Pentury, mengapresiasi akan kehadiran PGI Wilayah Jabar, dalam mendukung kerja-kerja menciptakan kerukunan dalam rangka moderasi kehidupan beragama di Jawa Barat yang dalam pemetaaan Dirjen Bimas Kristen ada dalam perhatian khusus dan harus dikelola dengan baik. Beberapa program dapat dijajaki untuk dapat bekerjasama antara Bimas Kristen dan PGIW Jawa Barat di tahun program mendatang.

“PGIW Jabar berharap dapat bekerjasama dengan Bimas Kristen untuk menciptakan program-program strategis untuk bersama-sama menggarap isu kerukunan, menuju masyarakat toleran dan anti kekerasan,” demikian disampaiakan oleh Pdt. Paulus Wijono.

 

Pewarta: Kris Hidayat